Dari sana Emir membawa Daissy ke sebuah motel dan mencurahkan rasa rindunya kepadanya. Bokep Montok Begitu pula dengan Emir, yang kekuatannya seakan-akan tidak mengenal batas, ditumpahkan semua yang ia miliki. Maksudnya sungguh-sungguh seluruhnya. Karena tidak tahan akhir Daissy merangkul pantat Erick dan menekannya keras-keras ke bawah.Erick tertawa, Daissy merintih. Tiba-tiba Emir menarik tangan Daissy dan berkata dengan serius,“Sebaliknya, dari dulu saya udah naksir kamu, tapi sayangnya keduluan Erick.”Lalu ditunjukkannya amplop berisi negatif film yang Daissy cari. Daissy semakin gugup.“Bukan.. Rupanya secara sembunyi-sembunyi dia sedang melakukan mengusap-usap kemaluannya. Dia menatap Daissy dan bertanya,“Memangnya sampai sekarang belum pernah juga ya?”Mengerti apa yang dimaksud, Daissy menjawabnya,“Ya udah, tapi kan sebentar lagi aku kawin.”Dengan nada enteng Erick hanya menanggapi,“Kalau belum sampai kawin, ya masih milik umum dong.”“Sialan si Erick,” umpat Daissy dalam hatinya.Didudukkannya Daissy di sisi ranjang dan disodorkannya alat kejantanannya kepadaku. Di sanalah ia memuaskan hasrat hati dan nafsu birahinya. Dengan Carla tentunya Bambang tidak mendapat hanya secara oral, tapi semuanya.




















