Tina menggelinjang, meronta, menendang dan akhirnya sambil menggigit kuat bahuku Tina mendesah panjang dan bersamaan kurasakan cairan membasahasi k0ntolku jauh didasar memek Tina. Sampai dikantor tak pakai lama aku langsung menelpon Tina. Bokeb “Aduuh” pekik Tina karena dadanya terkena setir mobil
“Dada saya nyeri Dew” katanya
Akupun bertukar duduk lagi dan menepikan mobilku. Aku pulang dan dalam perjalanan aku tersenyum sendiri membayangkan pengalamanku barusan. Sekarang kudengar Tina sudah menikah dengan Angga namun kami masih “berhubungan”. Sekarang kudengar Tina sudah menikah dengan Angga namun kami masih “berhubungan”. Kemudian terlintas dlam benakku unutk menyervis mobilku dan daripada aku nganggur dikantor gak ada kerjaan berangkatlah aku sendiri kebangkel langgananku. Tina menginjak rem secara mendadak, mesin mobil mati. Ada keperluan apa pak?” tanya Tina
Waduh ini cewek, bikin penasaranku makin menjadi aja pikirku. Kasihan si Angga, namun Tina memang nikmat. “Siapa dia Tina??” tanyaku
“Itu dia Angga, cowokku” jawab Tina tersenyum
“Kamu begituan juga sama dia” tanyaku
“Iya, tapi punya dia gak seenak dan sebesar punya kamu Hadi.




















