Padahal tadi Lidya sudah hampir membawaku mendaki ke puncak kenikmatan. Selesai makan malam, Lidya membawaku ke balkon rumahnya yg menghadap langsung ke halaman belakang.Entah disengaja atau tak, Lidya membiarkan sebelah pahanya tersingkap. Bokep Rusia Aku menatapnya dgn tajam. Seakan-akan dia tak percaya dgn apa yg ada di depan matanya. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Bahkan badanku dgn badan Lidya sudah hampir tak ada jarak lagi. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. “Namun apa nanti Mama dan Papa kamu tak marah, Lin?”, tanyaku masih tetap tak mengerti keinginannya.Lidya tak menyahuti, malah berdiri dan menarik tanganku. Aku suka kalo tidur sembari memeluk Ibu, Mbak Lisa atau Mbak Indira. Lidya mulai menciumi wajah dan leherku. Aku benci dgn suaminya. Aku suka kalo tidur sembari memeluk Ibu, Mbak Lisa atau Mbak Indira. Lidya hanya diam saja. Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herlambang telah merebut Mbak




















