masih di tempat yg dulu?”“Sekarang sedang meneruskan studi di amerika, baru berangkat satu bulan yg lalu.”
“Oh begitu, baru tahu aqu.”
“Ingin lebih pintar katanya pak.”
“Ya baguslah kalau begitu, kan nantinya juga untuk mesa depan berdua.”“Iya pak.”
Setelah jam istirahat habis semua kembali ke ruangan masing-masing untuk meneruskan kerjaan yg tadi terhenti. Link video bokep Aqu kembali melaqukan rutinitas keseharian menggeluti angka-angka yg gag ada ujungnya. ohh .. Sambil menunggu kakiku kering kami berbincang lagi.“Oh ya vi, mengenai yg kamu ceritakan tadi di jalan, gimana cara kamu mengatasinya?”“aqu sendiri bingung Pak harus bagaimana.”Mendengar jawaban seperti itu dalam otakku timbul pikiran kotor lelaki. “Terima kasih ya pak, Silvi sangat bahagia malam ini, saya harap bapak tak bosan menemani saya.”“Kita kan kenal sudah lama, saya selalu bersedia untuk membantu kamu dalam hal apapun.”“Sekali lagi terima kasih, boleh kalau mau pulang sekarang dan tolong sampaikan salam saya buat ibu.”Akhirnya aqu pulang dgn terus dihinggapi pertanyaan didalam pikiranku, kenapa dia bisa begitu, kasihan sekali dia.Seperti biasa esoknya aqu




















